Matematika dan Komputer : Selamat datang di Blog Pendidikan Matematika dan Komputer

12 Februari 2009

Sejarah Kumon

Sistem belajar KUMON dikembangkan pertama kali oleh seorang Jepang yang bernama Toru Kumon, yang juga adalah seorang guru Matematika SMU. Awalnya, pada tahun 1954, ia diminta oleh istrinya untuk membantu pelajaran Matematika anaknya, Takeshi, yang ketika itu duduk di kelas 2 SD. Ia kemudian merancang suatu sistem agar anaknya dapat belajar secara efektif, sistematis, serta memiliki dasar-dasar Matematika yang kuat.

Yang dilakukannya adalah :
Mengacu pada sasaran "Matematika tingkat SMU"
Membuat lembar kerja dengan susunan pelajaran yang meningkat secara "step by step"
Memberikan lembar kerja yang dapat diselesaikan oleh anaknya setiap hari dalam waktu kurang dari 30 menit

Takeshi berlatih dengan sistem belajar ini secara rutin setiap hari. Hasilnya, ia dapat menyelesaikan Persamaan Diferensial dan Kalkulus Integral setara pelajaran tingkat SMU, ketika masih duduk di kelas 6 SD. Toru Kumon kemudian berkeinginan agar anak-anak lain pun merasakan manfaat belajar seperti ini. Ia menerapkan cara ini kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Hasilnya memuaskan, dan sistem belajar KUMON berkembang dari mulut ke mulut. Kini, KUMON tidak hanya menyebar ke seluruh Jepang saja, tetapi juga ke seluruh dunia.
Perjalanan Sistem Pendidikan KUMON
1954 Tahun 1954 Toru Kumon menciptakan sistem belajar KUMON untuk anaknya, Takeshi, yang ketika itu duduk di kelas 2 SD
1956 Dibuka kelas pertama yang menggunakan bahan pelajaran KUMON
1958 Didirikan organisasi "KUMON INSTITUTE OF EDUCATION" yang berpusat di Osaka, Jepang
1962 Dibuka kantor di Tokyo, Jepang
1974 Kelas KUMON pertama di luar Jepang dibuka di New York, USA
1980 Program Bahasa Inggris (Reading) mulai dikembangkan
1990 Dibuka "Swiss Kumon High School" di Leysin, Switzerland
1993 Dibuka "Kumon International High School" di Yokohama, Jepang
2000 Jumlah siswa di seluruh dunia mencapai lebih dari 2,6 juta anakDidirikan Regional Headquarters untuk 5 wilayah : Jepang, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa & Africa, Asia & Oceania
2006 Jumlah siswa di seluruh dunia mencapai lebih dari 3,9 juta anak

Artikel Terkait



1 komentar:

agunk okha mengatakan...

mampir disini

Poskan Komentar